Selasa, 07 Maret 2017

Koalisi Putaran Kedua Pilkada DKI Jakarta 2017

PDI Perjuangan tengah berjuang keras untuk mempersatukan kembali partai yang tergabung dalam koalisi Pemerintah Jokowi-JK di putaran kedua pilkada DKI, sebab di pilkada DKI 3 partai Koalisi Pemerintahan yakni PPP, PKB dan PAN tidak bersatu dengan PDI perjuangan di putaran pertama pilkada DKI Jakarta
Hasto Kristiyanto Sekjen PDI Perjuangan
PDI Perjuangan tengah berjuang keras untuk mempersatukan kembali partai yang tergabung dalam koalisi Pemerintah Jokowi-JK di putaran kedua pilkada DKI, sebab di pilkada DKI 3 partai Koalisi Pemerintahan yakni PPP, PKB dan PAN tidak bersatu dengan PDI perjuangan di putaran pertama pilkada DKI Jakarta. Sekretaris Jenderal PDI P Hasto Kristiyanto meminta ketiga parpol tersebut untuk bersatu mendukung pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat di putaran kedua. Menurut Hasto menyatunya partai koalisi ini menjadi modal dasar untuk meraih kemenangan kembali pada pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

"paling tinggi di dalam pilkada serentak 2015-2017 adalah dengan partai-partai berada dalam Pemerintahan kami dengan Nasdem dengan Golkar dengan Hanura dengan PAN itu sangat tinggi mendominasi dari seluruh kerja sama politik yang dilakukan sehingga menjadi modal dasar yang baik. Berarti kami juga menawarkan ini untuk DKI putaran kedua tetapi setiap partai tentu saja punya kedaulatan untuk mengambil keputusan politik" ujar Hasto Kristiyanto Sekjen PDI Perjuangan.

Gerillia mencari dukungan parpol di putaran dua pilkada DKI juga dilakukan oleh pasangan Cagub dan Cawagub DKI nomor urut tiga Anies dan Sandi, Anies dan Sandi sudah bertemu dengan sejumlah pimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari lima DPC sudah mendeklarasikan dukungan kepada Anies dan Sandi di rumah pemenangan Anies-Sandi di Jalan Cicurug Menteng Jakarta Pusat. besarnya desakan dari Konstituen PPP dan serta kesamaan ideologis menjadi alasan utama mereka merapat ke Anies dan Sandi.

Berbeda dengan partai pengusung Agus-Sylvi lainnya seperti PAN dan PPP, Partai Demokrat justru menilai urusan koalisi pilkada DKI putaran kedua tidak lagi penting. Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menegaskan bahwa saat ini Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta bukan prioritas partainya.

"sesama sekjen kami tiap hari lobi-lobi gitu dan yang dibicarakan kan macam-macam, kami tidak bicara soal DKI gitu kami bicara soal kebangsaan, soal ke depan, soal bagaimana kita bangun negeri ini, sama sekali nggak menyinggung masalah pilkada DKI" ucap Hinca Pandjaitan Sekjen Demokrat.

Partai Demokrat lebih cenderung lebih fokus mengevaluasi Pilkada DKI pasca kekalahan Agus-Sylvi ketimbang sibuk menentukan arah koalisi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar